Hikmah Perang Badar

Dalam buku buku sejarah islam, maka kita akan mendapati banyak peristiwa peristiwa yang terjadi pada bulan Ramadhan. Salah satunya peristiwa tersebut adalah peristiwa perang Badar. Menurut catatan sejarah Perang Badar berlangsung pada 17 Ramadan tahun 2 Hijriyah atau bertepatan dengan 17 Maret 624 Masehi. Dengan 300-an orang, 70 unta, dan 2 kuda dari pihak kaum muslimin melawan 1000-an orang, 700 unta, dan 300 kuda dari phak kafir quraisy. Korban jiwa dari kaum muslimin 14 rang, dari pihak quraisy 70 orang meninggal dan tawanan 70 tawanan, hingga akhirnya kemengan diraih oleh pihak muslimin.

Sebagai manusia biasa tentunya Rasulullah SAW khawatir dengan ketimpangan jumlah ini, sehingga Rasulullah berdoa kepada Allah SWT.

اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِيْ مَا وَعَدْتَنِي اللَّهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِيْ اللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الإِِسْلاَمِ لاَ تُعْبَدْ فِي الأَرْضِ

Ya Allah Azza wa Jalla , penuhilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla , jika Engkau membinasakan pasukan Islam ini, maka tidak ada yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini.
(HR. Muslim 3/1384 hadits No 1763).

Ada banyak pelajaran yang kita ambil dari perang ini diantarnya:

  1. Jumlah tak menentukan keberhasilan atau kemenangan; secara logika, maka kemenangan peperangan harusnya menjadi milik kafir quraisy. Namun jika Allah SWT berkehendak, maka tidak ada yang tak mungkin. Allah SWT menurunkan jawaban atas doa yang dipanjakan Rasulullah

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu : “Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut”. (QS Al-Anfâl/8:9).

            Ketika keberhasilan diraih hendaknya jangan lantas berpaling dari Allah. Sebagaimana firman Allah SWT dala surat

اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ

dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا ࣖ

maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.

  • Jangan meremehkan kekuatan doa;  doa merupakan senjata terakhir yang dimilii oleh umat islam. maka jika kita melihat urutan ayat tentang puasa dari qs al-baqarah ayat 183 sampai denagn 187, terselip ayat tentang doa yaitu pada ayat 186.

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.

Pada ayat ini juga mengisyaratkan bahwa syarat terkabulnya doa diantarnya memenuhi perintah Allah dan beriman kepada Allah SWT. Lalu ketika berdoa, apakah doa kita dikabulkan oleh Allah SWT? Doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT, sejatinya pasti dikabulkan oleh Allah SWT. Boleh jadi langsung dikabulkan oleh Allah SWT atau ditunda dan akan diberikan diakhirat nanti atau ada efek samping yang apabila doa yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah SWT maka akan berakibat buruk untuk kita . Allah SWT berfirman

وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah SWT mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

Dan yang perlu kita ingat dan ketahui, bahwa tugas kita hanya berusaha dan berdoa, adapaun untuk hasilnya diserahkan oleh Allah SWT.

  • Hikmah yang tak kalah penting adalah shaum tak bisa dijadikan alasan untuk bermalas-malasan, justru pada bulan Ramadhan ini kegiatan peribadatan harus lebih dari hari hari biasa. Karena pada momen bulan Ramadhan lah setiap amalan ibadah dilipatgandakan.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فىِ اْلقُرأنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الاٰيَاتِ وَالذِّكْرَ اْلحَكِيْمِ، وَ تَقَبَّلَ مِنيِّ وَ مِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الَسمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

لَّلهُمَ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ، اَلأَحْيَاِء مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ  مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ، فَيَاقَاضِيَ اْلحَاجَاتِ..

رَبَّناَاٰتِناَ فِي الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِى اْلأٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعَزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلىَ اْلمُرْسَلِيْنَ، وَاْلحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *